Spasialnesia Segera Hadir

Kian hari biaya pendidikan semakin mahal saja. Dulu, kata orang “sekolah setinggi-tingginya menjadi salah satu jalan menjadi kaya,” kaya dalam ukuran finansial maksudnya. Kini, untuk sekolah anda harus jadi kaya dulu.

Saya cukup terkejut melihat tarif yang ditetapkan kampus-kampus beken di Indonesia. Bahkan, kalau dihitung-hitung biaya kuliah di dalam negeri tak jauh berbeda dengan kuliah di luar negeri. Akibatnya banyak orang tua yang kini memilih menyekolahkan anaknya ke luar negeri.

Anak saya masih kecil. Kebingungan biaya kuliah akankah saya alami juga nanti? Ah… biarlah masa berlalu dan menjawabnya. Mudah-mudahan nanti biaya kuliah menjadi lebih terjangkau. Sebab, aset paling mendasar sebuah bangsa bukanlah sumber daya alam, melainkan sumber daya manusianya. Bagaimana kita bisa maju kalau untuk belajar saja kita sudah memasang pagar setinggi-tingginya. Hanya yang berduit saja yang mampu melompati pagar itu dengan mudah.

Saya termasuk beruntung, ketika kuliah di ITB mendapat beasiswa penuh dari masuk hingga lulus. Saya berasal dari keluarga yang ekonominya pas-pasan. Mendapat keringangan berupa beasiswa penuh jadi karunia yang sangat berarti. Saya ingat, akibat beasiswa penuh ini, ketika masuk ITB saya punya dua janji.

Pertama, saya akan menempuh karir sebagai pengusaha bukan pegawai. Saat kuliah saya disuapi dengan beasiswa, maka kewajiban moral saya untuk tidak disuapi lagi secara finansial. Kedua, saya akan kembalikan ilmu yang saya peroleh ke masyarakat.

Janji pertama sedang saya tunaikan. Tidak mudah memang, tapi inilah jalan hidup yang saya pilih. Nah.. janji kedua itu belum saya penuhi sama sekali. Bagaimana cara mengembalikan ilmu kepada masyarakat? Saya belum menemukan cara yang pas.

Janji kedua itu selalu menghantui. Makanya, ketika mantan dosen pembimbing saya meminta kerjasama melakukan riset di kampus langsung saya penuhi. Itu salah satu jalan. Beliau juga pernah meminta saya jadi pembimbing tugas akhir mahasiswa. Alhamdulillah, itupun jadi jalan.

Tapi saya masih belum puas. Mengembalikan ilmu harus lebih luas cakupannya. Nah… untuk itu saya punya dua alternatif saat ini. Pertama, menulis buku, ini sedang saya lakukan. Lagi-lagi kerjasama dengan dosen pembimbing saya dulu. Kedua, saya ingin menulis rutin, setidaknya seminggu sekali. Lalu, tulisan itu akan saya muat pada media online. Biar murah meriah. he..hee.

Maka, hadirlah ide membuat www.spasialnesia.com. Insya Allah akan saya luncurkan bulan depan. Bagi insan geospasial, yang ingin berkontribusi, silahkan..

http://www.spasialnesia.com akan launching September 2011